no comments

Model Pengukuran : Refleksi dan Formatif

Dalam hal pemodelan persamaan struktural (SEM) indikator manifes dan kausal tersebut dinamakan dengan model pengukuran dengan indikator reflektif dan indikator formatif.

A. Indikator Reflektif (Indikator Manifes)
Dalam model reflektif, indikator dilihat sebagai efek dari konstrak yang dapat diamati. Misalnya konstrak kegigihan (hardiness) yang direfleksikan menjadi tiga indikator yaitu komitmen, tantangan dan kontrol. Kata direfleksikan tersebut dapat disubstitsikan dengan dimanifestasikan oleh, dijabarkan menjadi, diamati dari, diukur dari atau keluaran dari (outcome of).

Secara statistik, model pengukuran reflektif menjelaskan bahwa indikator terkait dengan variabel laten yang sama harus memiliki varians bersama (kovarians). Dengan demikian untuk membuktikan bahwa komitmen, tantangan dan kontrol merupakan refleksi dari harus memiliki keterkaitan bersama, maka ketiganya harus memiliki keterkaitan bersama. Pendekatan yang biasa dipakai adalah analisis faktor.

B. Indikator Formatif (Indikator Kausal)
Dalam model formatif, indikator bukan merupakan refleksi konstrak yang diukur, akan tetapi lebih merupakan anteseden atau penyebab (causal indicators). Berbeda dengan indikator reflektif, pada indikator formatif, menghilangkan satu indikator tidak akan mengganggu indikator lainnya karena masing-masing relatif independen.

Secara statistik, indikator ini dibuktikan dengan koefisien peranan yang dapat dilihat melalui kombinasi linier dalam persamaan regresi. Semua indikator tidak harus memiliki varians bersama (kovarians) sehingga mengeliminasi satu indikator tidak seberapa mengubah peranan indikator lainnya. Justru diharapkan indikator ini memiliki keterkaitan yang rendah, untuk menghindari overlap. Salah satu sifat dari indikator ini adalah akumulasi, karena menggunakan regresi.

Design model pengukuran untuk variabel laten terbagi kepada dua iaitu bersifat refleksif atau formatif. Bagaimana membezakan keduanya?

Hair et. al.(2006) dan Jogiyanto (2009) membezaannya dengan 4 syarat iaitu :

(1) bagaimana kaitan hubungan;

(2) bagaimana sifat kovarian diantara indikator;

(3) Adakah terdapat ciri-ciri duplikasi yang kuat;

(4) terdapat hubungan penunjuk ke atas pelbagai pembolehubah.

Cara menentukan sifat hubungan penunjuk dan variabel laten tersebut kadangkala boleh dilihat dengan mudah pada empat-empat syarat, dan kadangkala tidak. Berikut adalah penjelasan dari keempat-empat cara tersebut.

Pertama, kaitan hubungan – Penunjuk refleksif disebabkan oleh pembinaan sementara penunjuk formatif menyebabkan pembinaan. Juga boleh diberikan makna yang lain, jika penunjuk cenderung menjadi konsisten, ia akan menjadi formatif, sedangkan jika penunjuk adalah hasil dari membina atau konstruk akan menjadi refleksif;

Kedua, kovarians. Dalam hubungan refleksif, kovarians antara indikator adalah tinggi kerana semua petunjuk akan bergerak bersama, yang bermaksud bahawa perubahan indikator tunggal akan menyebabkan perubahan pada petunjuk lain. Walaupun bersifat formatif, diharapkan tidak mempunyai kovarians yang tinggi dan tidak bergerak bersama.

Ketiga, sifat duplikasi. Jika penunjuk mempunyai garis dasar konseptual yang sama (semua indikator menunjukkan sama), ia akan menjadi refleksif. Oleh itu, menghapus satu indikator tidak mengubah makna membina secara material.

Keempat, penunjuk hubungan pada pelbagai pembolehubah. Pada sifat refleksif, semua penunjuk boleh dikaitkan dengan pembolehubah lain. Walaupun dalam hubungan formatif dijangka berlaku corak hubungan yang berbeza dari pembolehubah lain.

 

Sumber : Arif Kamar Bafadal

KOMEN ANDA

Komen

TENTANG KAMI | PENAFIAN | HUBUNGI | HANTAR ARTIKEL