no comments

Cara Menganalisis Menggunakan SEM dengan Amos atau Lisrel

Mungkin diantara pembaca ada yang sudah banyak mengetahui bagaimana cara menganalisis data menggunakan SEM. SEM atau Structural Equation modelling memang saat ini sudah terkenal luas di kalangan akademi dan researcher. Mengapa, karena alat analisis ini sangat powerful digunakan untuk menganalisis variabel-variabel laten.

Apa yang dimaksud dengan variabel laten? variabel laten adalah variabel yang tidak terlihat langsung sehingga kita perlu meneliti indikator-indikator dari variabel tersebut. Sebagai contoh ketika kita ingin mengukur variabel motivasi, apakah seseorang memiliki motivasi yang tinggi atau rendah. Bagaimana cara mengukurnya? tentu tidak mudah. karena variabel motivasi merupakan variabel laten. Berbeza  halnya jika kita mengukur tinggi badan, misalnya. Kita hanya perlu menarik meter dan mengukurkannya. Hanya ada satu ukuran untuk mengukur tinggi badan iaitu meter. Begitu juga ketika kita hendak mengukur berat badan. Mudah, dengan mengunakan timbangan, ukur, dapatlah ukuran untuk berat badan seseorang.

Variabel seperti motivasi, sikap, dan perilaku, merupakan variabel-variabel yang tidak langsung ada satu ukurannya. Sehingga kita perlu melakukan pendekatan melalui indikator-indikatornya.  method analisis data yang demikian adalah structural equation modelling atau dikenal dengan SEM. Dari istilahnya saja sudah structural, artinya akan ada persamaan structural. Persamaan structural adalah persamaan yang menggambarkan hubungan kausalitas antara variabel-variabel laten tadi.

Di samping persamaan structural, ada yang disebut dengan persamaan pengukuran. Persamaan pengukuran adalah persamaan antara variabel laten dengan indikator-indikatornya. Seberapa terwakili variabel laten tersebut oleh indikator-indikatornya. Tentunya semakin mendekati 100% semakin sempurna. Mengingat proses penjabaran variabel laten tersebut juga melalui proses yang menduga-duga maka dimungkinkan akan adanya error dalam persamaan pengukuran.

Jika dibandingkan dengan method analisis klasik seperti regresi atau korelasi, SEM sendiri memiliki persamaan. Secara matematis, SEM merupakan gabungan dari analisis regresi dan analisis faktor, yang dimaksudkan dengan analisis faktor dapat terlihat pada model pengukuran antara variabel indikator dengan varibel laten. Sedangkan Analisis regresi terlihat pada persamaan struktural antara variabel laten.

Analisis SEM memerlukan software untuk memudahkan proses perhitungan. Mengapa? karena SEM ini melakukan proses perhitungan yang iteratif. Artinya proses perhitungan yang dilakukan berulang-ulang sehingga dihasilkan sebuah model yang konvergen atau memiliki hasil yang akurat. Saat ini, Lisrel dan Amos merupakan dua software yang dikenal luas di kalangan pengguna. Diantara kedua software ini tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam hal hasil. Yang membedakan adalah cara mengoperasikannya. Jika kita menggunakan Lisrel, maka sedikitnya kita harus mengerti logika pemrograman. Walaupun memang tidak sulit. Sementara pada amos, sama sekali tidak diperlukan kemampuan untuk memahami logika bahasa pemrograman. Pengguna hanya tinggal menggambarkan model teoritisnya, maka Amos akan melalukan perhitungan dengan sendirinya.

Secara singkat dapat dirangkum bahwa Amos cenderung user friendly, sementara lisrel cenderung dapat mempercepat proses pengarjaan melalui sintax-sintax nya.

Sumber : Dr. Hidayat

Dari : Team MPWS

KOMEN ANDA

Komen

TENTANG KAMI | PENAFIAN | HUBUNGI | HANTAR ARTIKEL